
Nusantara 1930, dari tanah kelahirannya Makasar, Zainuddin
berlayar menuju tanah kelahiran ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Diantara
keindahan ranah negeri Minangkabau ia bertemu Hayati, gadis cantik jelita,
bunga di persukuannya. Kedua muda mudi itu jatuh cinta. Apa daya adat dan
istiadat yang kuat meruntuhkan cinta suci mereka berdua. Zainuddin hanya
seorang melarat tak berbangsa, sementara Hayati perempuan Minang keturunan
bangsawan.






